MEDIASI DALAM PROSES PERCERAIAN

Foto Mediasi Advokat Deva Hayyu.,S.H.,CLA bersama klien dan Hakim Mediator

Proses Perceraian tidak melulu harus bersitegang dengan mantan Istri/Suami. Semua hal yang menjadi ganjalan dapat dibahas melalui proses Mediasi.

Mediasi merupakan salah satu rangkaian yang wajib ada dalam proses peradilan cerai di Pengadilan Agama. Fungsi utamanya adalah untuk mendamaikan Suami-Istri. Berdamai dalam hal ini dapat berupa perdamaian penuh (tidak jadi bercerai) atau perdamaian sebagian (tetap bercerai dengan kesepakatan-kesepakatan tertentu).

Kamis, 09 Juli 2021 Advokat Deva Hayyu.,S.H.,CLA berhasil membantu Klien untuk mencapai kesepakatan perdamaian sebagian, dalam hal ini untuk urusan Hak Asuh Anak. Suami-Istri tetap bersepakat untuk bercerai, namun kewajiban nya sebagai orang tua untuk memberikan kasih sayang dan nafkah kepada anak tidak akan hilang.

Dalam upaya mediasi tersebut, Suami-Istri bersepakat untuk memberikan hak asuh anak kepada Istri dan Suami tetap memberikan Nafkah Anak dengan nilai tertentu. Kesepakatan ini tidak dengan mudah dicapai. Sebelumnya sempat terjadi bersitegang antara keluarga Suami dan Istri. Namun dengan adanya upaya Perdamaian semua hal yang dipermasalahkan dapat terurai.

Kantor Advokat, Konsultan & Auditor Hukum

DEVA HAYYU, S.H., CLA & PARTNERS

Jalan Raya Madiun-Ponorogo 548 (Depan Pasar Pagotan)

Advokat Madiun Cerai Perceraian Hak Asuh Anak Harta gono gini Pengacara Istri Suami Pengacara Madiun Magetan Ponorogo Madiun Kota Pengadilan Agama Kabupaten Kota Madiun

Artikel Serupa di Posting Website Pengadilan Agama Kota Madiun

https://www.pa-kotamadiun.go.id/berita-seputar-peradilan/447-mediasi-perkara-cerai-gugat-berhasil-sebagian-08-07-2021

Kamis, 09 Juli 2021 Pakotama kembali berhasil mendamaikan pihak berperkara dalam perkara Cerai Gugat. Perkara dengan nomor 194/Pdt.G/2021/PA.Mn ini berhasil sebagian setelah menjalani proses mediasi dengan mediator Hakim Nur Hamid, S. Ag., MH. yang juga sebagai Wakil Ketua Pakotama.

Dalam pokok perkara perceraian yang diajukan tidak terdapat kesepakatan damai dan kedua belah pihak tetap berniat melanjutkan proses persidangan perkara cerai gugat tersebut. Namun dalam pelaksanaan mediasi menemui titik temu atau kesepakatan antara kedua belah pihak. Dimana jika proses perceraian selesai nantinya, akibat hukum yang timbul telah disepakati oleh kedua belah pihak penyelesaiannya. Yaitu tentang nafkah anak dan hak asuh anak Penggugat dan Tergugat.

Mediasi sebagaimana dalam Peraturan Mahkamah Agung RI No. 1 Tahun 2016 tentang prosedur penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para Pihak dengan dibantu oleh Mediator.

Selama proses mediasi, mediator memberikan nasehat-nasehat tentang kewajiban orang tua menafkahi dan membesarkan anak-anaknya hingga mereka dewasa. Anak adalah investasi masa depan dan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Meskipun memilih berpisah, mediator menekankan kepada para pihak untuk tidak mengabaikan kepentingan anak.

Mediator menyampaikan bahwa selama proses mediasi, para pihak sangat kooperatif dan berperan aktif dalam menemukan solusi terbaik bagi keduanya, meskipun keduanya tidak berhasil untuk rukun kembali, namun keduanya berkomitmen untuk berpisah secara baik-baik dan tetap akan menjadi orang tua yang baik bagi anaknya.

Keberhasilan ini merupakan yang kesekian kalinya bagi mediator. Pakotama bersyukur dan akan terus berupaya meningkatkan nilai keberhasilan mediasi dalam menyelesaikan perkara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *